Contact Us:

670 Lafayette Ave, Brooklyn,
NY 11216

+1 800 966 4564
+1 800 9667 4558

Penting Untuk Tahu Tentang Cache Pada Website dan Fungsinya

Jasa artikel bahasa inggris – Sebelum mengenali lebih lanjut tentang fungsi dan kegunaan cache website. Pertama tama Anda harus mengetahui lebih dahulu pengertiannya. Jadi Cache website secara singkatnya merupakan arsip web yang disimpan oleh aplikasi browser. 

Contohnya seperti ketika Anda berselancar di internet lalu tiba tiba jendela tertutup, Anda masih bisa kembali ke website atau jendela yang baru saja tertutup tadi. Dengan cara mengklik icon cache untuk melihat alamat website tadi. Nah cache sendiri berbentuk arsip dalam website. 

Cara Kerja Web Cache 

Fungsi dari web cache sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah mengumpulkan semua data dari website yang nanti akan diubahnya menjadi file HTML dan lalu membukanya di browser Anda. 

Nah sama seperti penjelasan sebelumnya, ketika Anda membuka website itu, cache akan membuat salinan yang sebelumnya sudah tersimpan. Dengan begitu, server bisa lebih cepat bekerja dan tidak mudah overload. Ketika websitenya diperbarui maka proses ini tentu saja akan diulangi kembali dari awal. 

Ada 3 hal yang harus selalu Anda ingat, yaitu tidak semua website menggunakan cache. Lalu ia bisa saja kadaluarsa atau malah terhapus secara mandiri oleh penggunanya. 

Apabila menggunakan Google Chrome dan Anda kebetulan ingin menghapus cache, maka yang perlu Anda lakukan hanya menekan tombol menu tiga titik di kanan atas halaman, kemudian Anda memilih pilihan riwayat. 

Lalu klik hapus penjelajahan. Dengan begitu Anda hanya perlu memilih akan menghapus data yang mana setelah itu pilih hapus data. Setelahnya Anda sudah bisa menghapusnya. 

Pentingnya Cache Web 

Peran dari cache web ini sangat dibutuhkan dalam kecepatan loading suatu website. Hal itu dapat menambah performa website, dan dengan begitu pengunjung tidak lagi menunggu lama sampai website selesai memuat. 

2 Jenis Web Caching.

Nah setelah mengetahui pengertian dan pentingnya sebuah cache web, Anda juga harus mengetahui jenis jenisnya. Jenisnya sendiri terdiri dari 2 macam saja, yaitu Server side caching dan browser side caching.

Baca juga: Webmaster Wajib Tahu, Ini Perbedaan Addon Domain dan Subdomain

Browser-side Caching 

Terjadi ketika Anda akan memuat website yang sama secara double atau dua kali. Hal pertama adalah website akan mengumpulkan data lalu memuat halamannya. Setelah itu mengunduhnya.

Server-side Caching 

Browser ini memiliki pengertian yang cukup sama dengan browser-side caching namun yang membedakannya adalah tempat penyimpanan datanya yang ada di server. browser ini juga mampu menyimpan lebih banyak daripada browser-side caching

Server-side sendiri juga memiliki beberapa sistem, meliputi full page caching, fragment caching dan object caching. 

Kegunaan Cache Web pada Situs WordPress

Web caching sendiri dapat digunakan untuk menambah kinerja pada situs WordPress. Kode yang akan Anda perlukan dapat ditulis sendiri, namun tidak semua orang akan paham caranya. 

Namun tidak perlu khawatir karena ada cara lain. Misalnya Hostinger yang menawarkan hosting website tersebut dengan fitur cache bawaan. Ia juga memberikan jaminan uang yang akan kembali jika Anda merasa tidak puas pada layanan mereka dalam waktu 30 hari. 

Ada juga plugin WordPress yang dapat mempunyai fungsi yang sama dengan hosting. Ada beberapa plugin caching wordpress yang mungkin bisa menjadi bahan renungan untuk Anda meliputi W3 Total Cache, WP Super Cache, dan Autoptimize.

Anda sudah tau tentang pengertian cache website, jenisnya dan cara menggunakannya yang baik. Jadi, selamat mengaplikasikannya pada situs Anda.