Webmaster Wajib Tahu, Ini Perbedaan Addon Domain dan Subdomain
Webmaster Wajib Tahu, Ini Perbedaan Addon Domain dan Subdomain

Jasa artikel bahasa indonesia – Di zaman yang segala sesuatunya sudah sangat modern ini, banyak instansi pemerintahan, para pebisnis, dan anak anak muda mulai menggunakan website untuk menunjukan kebolehannya. Bagi beberapa orang website dianggap mampu untuk menyalurkan ide ide cemerlang, produk ataupun informasi penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui media online.

Mungkin Anda saat ini sedang ingin mencari referensi untuk membuat suatu website demi kepentingan tertentu. Namun, di tengah jalan ternyata Anda merasa bingung perihal perbedaan diantara addon domain dan subdomain yang dapat digunakan dalam website. Sebelum itu, mari kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari kedua istilah tersebut.

Pengertian dan Cara Kerja Subdomain

Subdomain merupakan turunan dari nama domain induk. Dengan kata lain, subdomain dapat dibuat jika Anda telah memiliki domain. Contohnya, ketika Anda memiliki website informasi wisata dengan nama infowisata.net. 

Lalu dari nama domain induk itu dapat dibuat subdomain dengan nama berita.info wisata.net. Nah fungsi dari itu adalah untuk memunculkan sebuah halaman artikel khusus info terkait wisata dan acara acara lain.

Jadi kesimpulannya adalah subdomain merupakan sebuah situs yang dapat membuat sebuah halaman khusus untuk menjelaskan hal hal yang terpisah dari domain utama. Untuk membuat suatu subdomain Anda tidak perlu menghabiskan banyak biaya sama seperti ketika membuat domain, namun Anda hanya perlu memastikan ketersediaan server agar subdomain dapat diakses.

Setelah tau apa itu subdomain, bagaimana cara membuat subdomain sebenarnya? Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan. Yaitu pertama tama yang harus Anda lakukan adalah membuka cPanel lalu login, setelah itu klik tanda Subdomain yang ada di tab domain dan masukkan nama subdomain, disitu anda dapat melihat file file dokumen yang nanti akan terisi otomatis di kolom Document Root. 

Langkah berikutnya adalah menekan tombol create. Nah pada halaman public_html akan ada folder baru yang nantinya hal tersebut akan memberikan tanda berakhirnya pembuatan suatu subdomain. Langkah terakhir yaitu menekan tombol go back kemudian nanti akan ada konfirmasi mengenai keberhasilan dalam pembuatan subdomain milik Anda. Bukankah mudah?

Baca juga: Mau Sukses Bisnis Event Organizer? Kenali Pengertian dan Cara Kerjanya

Pengertian Addon Domain

Setelah Anda mengetahui tentang subdomain, sekarang waktunya untuk memahami arti Addon Domain. Apa itu Addon Domain? Addon Domain adalah domain tambahan atau extra setelah menggunakan domain utama. 

Mereka biasanya digunakan ketika ingin menggunakan satu hosting untuk beberapa domain. Lewat fitur ini Anda dapat memiliki beberapa website dalam satu hosting.

Perbedaan Addon Domain dan Subdomain

Setelah Anda mengetahui tentang pengertian dari keduanya. Anda akan melihat dengan jelas perbedaan dari keduanya. Perbedaan Addon domain dan subdomain terlihat dari pertama pada Uniform Resource Locator (URL). 

Addon domain memiliki URL yang berbeda dengan domain utama. Sementara itu, subdomain URL yang subdomain gunakan masih menggunakan URL domain utama.

Lalu perbedaan kedua adalah akun File Transfer Protocol (FTP) di Addon domain dibuat ketika menambahkan addon domain, lalu pada subdomain. Akun FTP sama dengan akun pada domain utama sehingga mereka tidak perlu membuat akun FTP yang baru.

Perbedaan yang ketiga dan terakhir ini adalah addon domain memiliki domain yang terpisah dari domain utama. Dengan begitu, ketika domain utama bermasalah, maka addon domain tidak akan terpengaruh dan akan tetap dapat diakses. Pada subdomain, jika domain utama memiliki masalah, maka semua subdomain juga akan bermasalah bahkan tidak dapat diakses.