Jasa penulis artikel jogjaContent marketing dan pemasaran media sosial pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda, bukan? Tapi, tahukah Anda perbedaan antara pemasaran konten dan social media marketing atau pemasaran media sosial? Jika Anda tidak mengetahui perbedaan antara kedua pekerjaan tersebut, harap perhatikan ringkasan berikut terlebih dahulu.

Perbedaan Definisi 

Content marketing adalah aktivitas membuat dan mendistribusikan konten yang menarik, berharga, dan konsisten. Tujuan utama pemasaran konten adalah untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada untuk menguntungkan bisnis. 

Fungsi pemasaran konten sendiri adalah untuk mempromosikan produk atau jasa. Baik produk maupun jasa yang dibuat berfungsi untuk meningkatkan kesadaran merek dan membentuk persepsi pelanggan.

Pemasaran media sosial sebenarnya adalah strategi pemasaran menggunakan platform media sosial. Jenis pemasaran sangat efektif, khususnya di era digital, dimana banyak orang gemar menghabiskan waktu menjelajahi media sosial. 

Selain sangat praktis, jenis social media pemasaran ini juga bisa menarik banyak customer baru dan berinteraksi langsung dengan mereka. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pemasaran media sosial dapat memperluas cakupan pemasaran konten dengan bantuan platform media sosial.

Perbedaan Content Marketing dan Pemasaran Media Sosial

Setelah memahami definisi pemasaran konten dan pemasaran media sosial di atas, sekarang kita dapat mengetahui lebih lanjut tentang perbedaannya. Jadi, mana yang lebih efektif antara pemasaran konten dan pemasaran media sosial?

Pertama, fokus aktivitas. Fokus pemasaran konten ada di situs resmi perusahaan, atau bisa lebih spesifik di situs produk. Pemasaran konten yang dibuat seperti blog memang akan diposting di situs perusahaan atau produk. 

Namun, agar pemasaran lebih efektif serta menarik banyak pelanggan, konten tersebut didistribusikan lewat media sosial. Karenanya, tautan konten akan diarahkan kembali ke situs web resmi perusahaan atau produk di masa mendatang.

Baca juga: Berapa Jumlah Kata Ideal yang Digunakan Pada Artikel Online?

Pada saat yang sama, pemasaran media sosial hanya berfokus pada aktivitas yang dilakukan di media sosial itu sendiri. Jadi saat ada konten. Kemudian akan langsung didistribusikan ke semua media sosial milik perusahaan atau brand tersebut. Dari Instagram, Facebook hingga Twitter.

Kedua, jenis konten. Jenis konten yang digunakan dalam pemasaran konten dan pemasaran media sosial sangat berbeda. Konten yang digunakan dalam pemasaran konten lebih beragam. Tentunya, biasanya konten pemasaran konten adalah bercerita tentang produk atau jasa yang dijual. Dari blog, video, infografik hingga podcast, bentuk konten bisa jadi lebih beragam.

Namun konten pemasaran media sosial biasanya lebih ringan karena akan diposting di media sosial. Konten yang dihasilkan juga harus sesuai dengan platform media sosial yang digunakan. Misal, mengunggah konten di Instagram tentunya membutuhkan konten visual yang menarik agar pelanggan penasaran. Namun, jika Anda ingin memposting konten di media sosial lain (seperti Twitter), diperlukan pengolahan teks.

Ketiga, tujuan pemasaran. Tujuan pemasaran konten adalah menarik pelanggan untuk melihat situs web atau produk perusahaan. Sebab, konten yang dibuat bisa mendeskripsikan produk. Selain itu, untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan, biasanya dibuat konten edukasi.

Tujuan pemasaran media sosial biasanya ada dua. Pertama, digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek suatu produk atau perusahaan. 

Pada saat yang sama, yang kedua digunakan untuk mempertahankan pelanggan tetap. Oleh karena itu, brand dapat membuat konten berupa tanya jawab, polling atau kuis di media sosial untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

Setelah membaca ringkasan yang diberikan di atas, apakah Anda memahami peran berbeda dari content marketing dan pemasaran media sosial? Sudahkah Anda memutuskan pekerjaan mana yang akan Anda lamar?