Contact Us:

670 Lafayette Ave, Brooklyn,
NY 11216

+1 800 966 4564
+1 800 9667 4558

Jasa SEO Artikel – Long tail keyword adalah kata kunci yang spesifik dan bervolume kecil, sehingga tingkat persaingannya cenderung lebih rendah. Banyak orang yang mengira bahwa long tail keyword itu pasti panjang dan terdiri dari tiga kata atau lebih. Namun, tidak selalu seperti itu, kok. Long tail keyword bisa saja hanya terdiri dari dua kata asal memang spesifik dan tingkat persaingannya rendah.

Nah, walaupun bervolume rendah, tapi long tail keyword itu lebih tepat sasaran daripada short tail keyword, lho. Sebab, long term keyword menarget kata kunci yang amat sangat spesifik. Jadi, kemungkinan besar kata kunci tersebut memang menampilkan hasil pencarian yang benar-benar dicari oleh pengguna. Bukannya hasil pencarian secara umum mengenai topik tersebut.

 

Kenapa Long Tail Keyword?

“Long tail keyword kan volumenya sedikit. Kenapa malah milih ini, sih?”

 

Pertanyaan yang bagus. Berikut kami berikan tiga jawaban atas pertanyaan Anda itu:

  1. Long Tail Keyword Itu Persaingannya Rendah

Masih menggunakan contoh “galaxy s20” di atas, berikut adalah jumlah hasil pencarian dengan kata kunci tersebut:

Jika tidak long tail keyword maka jumlah pencariannya akan sangat banyak

Jadi, jika ingin mendapatkan rangking satu di Google dengan kata kunci “galaxy s20”, Anda harus bersaing dengan 220 juta situs lainnya. Waduh!

 

Di sisi lain, berikut adalah jumlah hasil pencarian keyword “samsung galaxy s20 ultra vs iphone 11 pro max”:

 

Hasil pencarian long tail keyword terbukti lebih sedikit

Nah, long tail keyword tersebut memiliki jumlah persaingan yang jauh lebih sedikit, bukan? Dengan kata lain, Anda bisa lebih mudah untuk mendapatkan rangking atas di Google. Kalau sudah mendapatkan rangking atas, trafik akan mulai berdatangan dengan sendirinya.

 

  1. Bisa Mendatangkan Banyak Trafik

Jika Anda memilih topik yang mempunyai banyak long tail keyword, trafik organik yang datang juga akan lebih banyak, lho. Sebab, Anda tidak menarget satu kata kunci utama saja dari topik tersebut, melainkan banyak kata kunci sekaligus. Efeknya, website Anda akan muncul di setiap pencarian dari masing-masing kata kunci long tail keyword yang ditargetkan tersebut. Bukan muncul sekali saja karena hanya menarget satu kata kunci utama.

 

  1. Long Tail Keyword Meningkatkan Conversion Rate

Long tail keyword itu sangat spesifik. Jadi, orang yang mencari dengan keyword ini cenderung sudah siap untuk melakukan pembelian dibandingkan dengan pencarian short tail keyword.

 

Cara Mencari Long Tail Keyword

Berikut adalah enam cara mencari long tail keyword untuk meningkatkan trafik Anda:

  1. Manfaatkan “Penelusuran yang terkait dengan…”

Jika Anda menggeser ke paling bawah di halaman hasil pencarian Google, terdapat bagian yang bernama “Penelusuran yang terkait dengan…”. Nah, bisa dikatakan ini adalah cara termudah untuk mencari long tail keyword.

Anda tinggal memasukkan kata kunci yang Anda inginkan di Google, lalu scroll ke bawah, dan… selesai. Anda sudah berhasil mendapatkan beberapa long tail keyword yang dibutuhkan.

 

  1. Gunakan Answer The Public

Walaupun tidak tersedia dalam bahasa Indonesia, Answer The Public merupakan salah satu cara terakurat untuk riset keyword yang bisa Anda coba. Sebab, long tail keyword tool yang satu ini memberikan Anda kata kunci dalam bentuk pertanyaan spesifik dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How). Jadi, secara otomatis kata kunci tersebut berjenis long tail keyword.

Cara penggunaannya juga tak sulit. Anda tinggal masukkan saja kata kunci short tail keyword (kata kunci utama dengan volume tinggi) dalam bahasa Inggris dan klik Search. Ingat, bukan bahasa Indonesia karena Answer The Public masih belum mendukung bahasa Indonesia.

 

  1. Kunjungi Komunitas Online

Komunitas online seperti Kaskus, grup Facebook, dan Quora juga bisa menjadi tempat terbaik untuk mencari long tail keyword, lho. Sebab, komunitas online adalah tempat dimana ratusan orang dari seluruh dunia berkumpul untuk bertanya dan menjawab berbagai pertanyaan terkait topik tertentu.

Sebelum orang bertanya di komunitas online tersebut, pasti mereka sudah bertanya di Google terlebih dahulu. Namun, karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dan memuaskan, ia akhirnya berpaling ke komunitas online.

Baca juga : Hindari Keyword Stuffing dalam Menulis Artikel SEO!

  1. Manfaatkan Google Autocomplete

Pasti Anda sudah tidak asing dengan fitur keren Google yang satu ini. Google Autocomplete memberikan Anda long tail keyword yang berasal dari Google langsung. Dengan kata lain, itulah yang memang orang-orang cari di Google.

 

 

  1. Gunakan Soovle

Soovle merupakan long tail keyword tool gratis yang mengumpulkan kata kunci dari Google, Yahoo, Bing, Amazon, Wikipedia, Answers.com, dan YouTube. Jadi, Soovle memungkinkan Anda untuk menemukan banyak kata kunci yang sulit ditemukan dengan tools keyword lain (karena umumnya mereka hanya berfokus kepada Google).

Untuk menggunakan Soovle, Anda tinggal kunjungi saja websitenya. Lalu, masukkan kata kunci satu kata di kotak pencarian. Misalnya, Anda ingin mencari kata kunci yang berhubungan dengan kucing, berarti Anda bisa memasukkan kata kunci “kucing”:

 

Gunakan Long Tail Keyword Sekarang!

Menggunakan long tail keyword di website Anda bisa menjadi salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan traffic. Walaupun bervolume rendah, tapi keyword ini minim kompetisi dan memiliki target yang lebih spesifik.

Jadi, Anda bisa bersaing dengan lebih sedikit situs di hasil pencarian Google dibandingkan dengan menggunakan short tail keyword populer. Dengan begini, Anda bisa lebih cepat untuk mendapatkan rangking atas dan menarik trafik organik dari Google.

Untuk dapatkan jasa SEO Artikel murah dan berkualitas klik disini.