Contact Us:

670 Lafayette Ave, Brooklyn,
NY 11216

+1 800 966 4564
+1 800 9667 4558

Artikel SEO Murah – Selain menjadi salah satu faktor SEO, Kecepatan website mempengaruhi tingkat konversi. Semakin cepat sebuah website maka semakin tinggi pula persentase konversi. Untuk itulah kamu harus mulai optimasi kecepatan website untuk SEO dan meningkatkan konversi.

KECEPATAN WEBSITE DAN KONVERSI

Kamu bisa melakukan cek kecepatan website dengan memanfaatkan tools seperti Google Pagespeed Insight, GtMetrix, Pingdom, Dan Tools test kecepatan website lainnya untuk melihat perubahan saat kamu mengoptimasi website.

Nah, Di Artikel ini kamu akan banyak belajar bagaimana optimasi website agar website bisa lebih cepat hingga simak pembahasannya di bawah ini:

  1. Gunakan Web Hosting yang Cepat

Faktor yang sangat mempengaruhi kecepatan website adalah web hosting yang digunakan, Percuma jika kamu melakukan optimasi pada kecepatan dengan sebaik mungkin, Namun dari web hosting yang kamu gunakan memiliki performa yang kurang maksimal.

Maka dari itu, Kamu harus mulai menggunakan Web Hosting dengan performa yang sebaik mungkin. Pastikan saat kamu membeli web hosting kamu memilih hosting yang menggunakan SSD, Karena SSD membuat website bisa lebih cepat.

  1. Optimasi File Static Website
  2. Pastikan CSS di head dan JS di bawah

Untuk mempercepat loading website pastikan stylesheet berada di <head>bagian struktur website kamu, Sedangkan semua script dipindahkan ke tepat di atas </body> atau tag penutup struktur website kamu.

Gunakan asynchronous loading

Asynchronous loading adalah ketika browser merender dan meminta resource secara berurutan saat muncul di laman web. Namun, Kamu bisa mengubah fungsi default ini dari browser dengan menggunakan atribut “async” untuk memuat resource segera setelah mereka tersedia. Biasanya atribut ini ditulis sebagai berikut;

 

<script src=”script.js” async></script>

 

Jika kamu pernah melihat script Google Adsense kamu mungkin pernah melihat bagian seperti diatas. Nah itulah yang disebut dengan Asynchronous Loading.

Gunakan Gzip Compression

Gzip Compression adalah teknik untuk memampatkan resource melalui permintaan HTTP. Dengan GZip Compression, server mengirimkan file sumber daya yang di-zip, yang dibuka oleh browser saat merender halaman web.

Minimize File

Minimize File adalah proses menghapus bagian-bagian file yang tidak diperlukan untuk melakukan eksekusi. Misalnya, Minify HTML, CSS dan Script di dalam struktur web page. Minifikasi sangat membantu mengurangi ukuran file statis kamu, Sehingga dapat mempercepat loading website.

Optimalkan Penggunaan Gambar

Pastikan Ukuran Gambar Tepat

Agar website kamu bisa lebih cepat, Kamu harus memastikan bahwa ukuran gambar kamu sesuai. Jangan sampai gambar yang kamu gunakan memiliki resolusi yang lebih besar dibanding yang kamu butuhkan.

Baca juga : Pelajari Hal Ini Dalam Membuat Artikel Untuk Pemula

Gunakan Jenis Gambar yang Tepat

Gambar memiliki beberapa ekstensi yang paling populer adalah JPG dan PNG, Dari kedua jenis ini mana yang lebih baik?

Compress Gambar Terlebih dahulu

Agar website bisa lebih ringan dan dapat mempercepat load website, Sebaiknya sebelum diupload ke website bisa di compress terlebih dahulu agar ukurannya bisa lebih kecil. Kamu bisa menggunakan tools untuk mengkompres gambar.

Gunakan Lazy Load

Lazy Load adalah sebuah fitur atau teknik yang digunakan untuk mengoptimalkan gambar. Dengan menggunakan Lazy Load gambar yang ada di halaman web page tidak akan di load sebelum pengunjung melihat/menggilirnya kebawah.

  1. Optimasi HTTP Request

Ketika sebuah mulai memuat halaman web, Proses transfer data sebenarnya dilakukan melalui HTTP Request individu. Satu request mengambil setiap resource, Jadi semakin banyak request yang terjadi maka semakin lama page load timenya. Untuk mengatasi hal ini, Berikut caranya:

Menggabungkan File

Untuk dapat meminimalkan beban HTTP Request yaitu dengan menggabungkan resource yang serupa. Saat memperkecil resource, Kamu dapat menggabungkan file yang sama menjadi satu. Misalnya, semua file CSS dan semua file JavaScript khusus dapat digabungkan menjadi file tunggal. Ini mengurangi jumlah permintaan yang harus dilakukan klien untuk memuat semua resource.

Aktifkan fungsi Keep-Alive

Tanpa melakukan optimasi apa pun, Browser akan mengirimkan satu HTTP Request untuk setiap resource dan Koneksi akan ditutup setelah unduhan selesai. Browser kemudian membuat permintaan baru ke server untuk resource baru.  Keep-Alive adalah teknik yang tidak menghentikan permintaan saat unduhan sumber daya selesai. Kamu dapat mengaktifkannya keep-alive melalui beberapa cara-cara berikut:

Pada header HTTP, Dengan mengatur Connection ke Keep-Alive

Melalui .htaccess atau file httpd.conf jika kamu menggunakan web server Apache

Jika kamu menggunakan NGINX, secara default pengaturan keep-alive

Minimize Redirect

Redirect adalah sebuah proses secara otomatis membawa klien dari satu lokasi ke lokasi resource lainnya. Biasanya terjadi pada file, font atau yang lainnya. Setiap redirect meningkatkan waktu loading website.

 

  1. Gunakan Caching dan CDN untuk Mempercepat Loading Website

Caching dan CDN membantu kamu dalam mempercepat loading website. Caching adalah proses menyimpan resource dalam penyimpanan sementara untuk mengambilnya dengan cepat saat diperlukan. Caching sangat berguna untuk mengurangi waktu loading website.

Sedangkan CDN adalah kumpulan server web yang menyebarkan konten web ke sejumlah wilayah geografis yang luas. Dengan CDN maka client yang meminta resource akan dilayani server yang paling dekat, Hal ini membantu kamu dalam mengurangi latency pada saat transfer file. Klik disini untuk dapatkan jasa SEO Artikel Murah.